-->

Pengertian, Karakteristik dan Jenis Metodologi Penelitian

Pengertian, Karakteristik dan Jenis Metodologi Penelitian

Pengertian Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian merupakan sebuah cara untuk mengetahui hasil dari sebuah permasalahan yang spesifik, dimana permasalahan tersebut disebut juga dengan permasalahan penelitian.

Dalam Metodologi, peneliti menggunakan berbagai kriteria yang berbeda untuk memecahkan masalah penelitian yang ada. Sumber yang berbeda menyebutkan bahwa penggunaan berbagai jenis metode adalah untuk memecahkan masalah.

Karakteristik Penelitian

1. Memiliki objektivitas (objectivity), baik dalam karakteristik maupun prosedurnya.

2. Ketepatan (precision), Dalam penelitian kuantitatif hasilnya dapat diulang dan diperluas , Dalam penelitian kualitatif memiliki sifat reflektif dan tingkat komparasi yang konstan.

3. Verifikasi, Dikonfirmasikan, direvisi dan diulang dengan cara yang sama atau berbeda.

4. Empiris, Berdasarkan pengalaman praktis. Menggunakan metode penelitian yang sistematik.

5.  Penalaran logis, Penalaran deduktif: penarik kesimpulan dari umum ke khusus. Penalaran induktif: penarik kesimpulan dari khusus ke umum.

Jenis-jenis Penelitian

Secara umum, pendekatan penelitian dapat dibagi menjadi 2 yaitu penelitian kualitatif dan kuantitatif.

Kualitatif: Menggunakan metode verbal seperti observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Kuantitatif: Penelitian berangkat dari teori menuju data dengan menggunakan bukti berupa angka-angka

Sedangkan jenis-jenis penelitian :

A. Penelitian historis

bertujuan untuk membuat rekonstruksi masa lampau, secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, dan mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta-fakta dan bukti-bukti guna memperoleh kesimpulan yang akurat.

B. Penelitian deskriptif

bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, dan sifat-sifat populasi daerah tertentu. Apabila, diambil beberapa sampelnya  saja, diseebut survey deskriptif

C. Penelitian Pengembangan 

bertujuan untuk menyelidiki pola urutan pertumbuhan atau perubahan sebagai fungsi waktu.

D. Penelitian Kasus / Lapangan

bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial. Penelitian ini cirinya bersifat mendalam tentang suatu unit sosial tertentu yang hasilnya merupakan gambaran yang lengkap dan terorganisisir.

E. Penelitian eksperimental

bertujuan utnuk menyelidiki kemungkinan sebab akibat dengan cara mengenakan kepada suatu atau lebih kondisi perlakukan dan membandingkan hasilnya dengan sssuatu atau lebih kelompok kontrol.

F. Penelitian korelasional

bertujuan untuk meneliti sejauhmana variasi-variasi pada suatu faktorberkaitan dengan variasi-variasi faktor lain berdasarkan koefisien korelasi.

G. Penelitian Kausal Komparatif

bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan sebab akibat terjadinya suatu fenomena.

H. Penelitian Tindakan

bertujuan untuk mengembangkan keterampilan-keteraampilan baru atau cara-cara pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah dengan cara penerapan langsung didunia kerja atau dunia aktual yang lain.

Macam-macam Metode Penelitian

Metode Eksperimen(Mengujicobakan) untuk menguji apakah variabel-variabel eksperimen efektif atau tidak.

Metode Verifikasi (Pengujian)menguji teori-teori yang sudah ada guna menyusun teori baru.

Metode Deskriptif (mendeskripsikan) Metode deskriptif dalam pelaksanaannya dilakukan melalui: teknik survey, studi kasus (bedakan dengan suatu kasus), studi komparatif, studi tentang waktu dan gerak, analisis tingkah laku, dan analisis dokumenter.

Metode Historis (merekonstruksi) metode penelitian yang meneliti sesuatu yang terjadi di masa lampau.

Jenis Pendekatan Penelitian

A. Penelitian Kuantitatif

Penelitian dengan pendekatan kuantitatif dalam pengelolaan datanya menggunakan teknik analisis.

Analisis data menggunakan teknik statistik untuk mereduksi dan mengelompokkan data, menentukan hubungan serta mengidentifikasikan perbedaan antar kelompok data.

Penelitian kuantitatif dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konfirmasi dan deduktif.

Bersifat konfirmasi disebabkan karena pendekatan penelitian kuantitatif ini bersifat menguji hipotesis dari suatu teori yang telah ada. Penelitian bersifat mengkonfirmasi antara teori dengan kenyataan yang ada dengan mendasarkan pada data ilmiah dalam bentuk angka atau numerik, dengan demikian penelitian kuantitatif identik dengan penelitian numerik.

Deduktif berkaitan dengan proses penarikan kesimpulan. Artinya, proses penarikan kesimpulan dari suatu yang bersifat umum ke suatu yang bersifat khusus.

Proses Penelitian Kuantitatif

Mengidentifikasikan permasalahan atau isu-isu yang penting, aktual dan menarik

Masalah yang telah ditemukan diformulasikan dalam sebuah rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan

Rumusan masalah merupakan penentuan faktor-faktor atau aspek-aspek yang terkait dengan lingkup kajian penelitian.

Pembatasan pada faktor atau aspek yang dominan saja, batasan masalah

Penelitian membagi permasalahan menjadi sub-sub permasalahan yang layak dan terjangkau untuk diteliti. 

Setiap sub permasalahan dicari kemungkinan jawabannya secara spesifik dalam bentuk hipotesis yang sesuai. 

Dalam hal ini diperlukan studi kepustakaan yaitu kegiatan untuk mengkaji teori-teori yang mendasari penelitian. Dikaji hal-hal empiris yang bersumber dari penelitian-penelitian terdahulu.

Penelitian menahan sementara hipotesis atau pertanyaan penelitian sampai semua data terkumpul dan diinterpretasikan.

Tahap selanjutnya, penelitian diarahkan untuk mencari data didasari oleh rumusan masalah dan hipotesis yang dikemukakan sebelumnya. 

Dalam hal ini diperlukan desain penelitian yang berisi tahapan penelitian, metode penelitian, teknik pengumpulan data, sumber data (populasi dan sampel), serta alasan mengapa menggunakan metode tersebut.

Sebelum kegiatan pengumpulan data dilakukan, terlebih dahulu harus ditetapkan teknik penyusunan dan pengujian instrumen yang akan digunakan untuk pengumpulan data. 

Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik.

Hasil analisis data merupakan temuan yang belum diberi makna.

Pemaknaan hasil analisis data dilakukan melalui interpretasi yang mengarah pada upaya mengatasi masalah atau menjawab pertanyaan penelitian. Dalam tahapan ini dikemukakan tentang penerimaan/ penolakan hipotesis. 

Interpretasi dibuat dengan melihat hubungan antara temuan yang satu dengan temuan lainnya. 

Kesimpulan merupakan generalisasi hasil interpretasi.

B. Penelitian Kualitatif

Lima ciri pokok karakteristik penelitian kualitatif yaitu: Menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data, Memiliki sifat deskriptif analitik, Penekanan pada proses, bukan pada hasil, Bersifat induktif dan Mengutamakan makna.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam suatu situasi sosial merupakan kajian utama penelitian kualitatif. 

Studi dilakukan pada waktu interaksi berlangsung di tempat kejadian.

Peneliti mengamati, mencatat, bertanya, menggali sumber yang erat hubungannya dengan peristiwa yang terjadi saat itu.

Peneliti segera melakukan analisis data dengan memperkaya informasi, mencari hubungan, membandingkan, menemukan pola atas dasar data aslinya (tidak ditransformasi dalam bentuk angka). 

Hasil analisis data berupa pemaparan mengenai situasi yang diteliti yang disajikan dalam bentuk uraian naratif.

Hakikat pemaparan data pada umumnya menjawab pertanyaan-pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu fenomena terjadi.

Untuk itu peneliti dituntut memahami dan menguasai bidang ilmu yang ditelitinya sehingga dapat memberikan justifikasi mengenai konsep dan makna yang terkandung dalam data.

Tekanan penelitian kualitatif ada pada proses bukan pada hasil. Data dan informasi yang diperlukan berkenaan dengan pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana untuk mengungkap proses bukan hasil suatu kegiatan. 

Penelitian kualitatif bersifat induktif. Penelitian kualitatif tidak dimulai dari deduksi teori, tetapi dimulai dari lapangan yakni fakta empiris. 

Peneliti terjun ke lapangan, mempelajari suatu proses yang terjadi secara alami, mencatat, menganalisis, menafsirkan dan melaporkan serta menarik kesimpulan dari proses tersebut.

Penelitian kualitatif mengutamakan makna. Makna yang diungkap berkisar pada persepsi orang mengenai suatu peristiwa.

Data dan informasi lapangan ditarik maknanya dan konsepnya, melalui pemaparan deskriptif analitik, tanpa harus menggunakan angka, sebab lebih mengutamakan proses terjadinya suatu peristiwa dalam situasi yang alami.

Generalisasi tak perlu dilakukan sebab deskripsi dan interpretasi terjadi dalam konteks dan situasi tertentu. 

Pendekatan kualitatif digunakan untuk kepentingan yang berbeda bila dibandingkan dengan pendekatan kuantitatif. Berikut ini dikemukakan kapan sebaiknya pendekatan kualitatif digunakan: Bila masalah penelitian belum jelas, Bila peneliti ingin memahami makna di balik data yang tampak, Bila peneliti ingin memahami interaksi sosia, Bila peneliti ingin memastikan kebenaran data, Bila ingin meneliti tentang sejarah atau perkembangan.

Proses Penelitian Kualitatif

Prosedur penelitian kualitatif memiliki perbedaan dengan penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif biasanya didesain secara longgar, sehingga dalam pelaksanaan penelitian berpeluang mengalami perubahan dari apa yang telah direncanakan.

Tiga tahap utama dalam penelitian kualitatif yaitu :

1. Tahap deskripsi atau orientasi. Peneliti mendeskripsikan apa yang dilihat, didengar dan dirasakan. 

2. Tahap reduksi. Peneliti mereduksi segala informasi yang diperoleh pada tahap pertama untuk memfokuskan pada masalah tertentu. 

3. Tahap seleksi. Peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci kemudian melakukan analisis secara mendalam tentang fokus masalah.

Hasilnya adalah tema yang dikonstruksi berdasarkan data yang diperoleh menjadi pengetahuan, hipotesis, bahkan teori baru. Secara spesifik, ketiga tahap di atas dapat djabarkan dalam tujuh langkah penelitian kualitatif yaitu: Identifikasi masalah, Pembatasan masalah, Penetapan fokus masalah, Pelaksanaan penelitian, Pengolahan dan pemaknaan data, Pemunculan teori, Pelaporan hasil penelitian.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close