-->

Mengubah Pseudocode ke Struktur Bahasa C++ dan Contohnya

Mengubah Pseudocode ke Struktur Bahasa C++ dan Contohnya

Masrana.com - Pseudocode merupakan kode yang mirip dengan bahasa pemrograman. Pseudocode berasal dari kata Pseudo yang berarti imitasi, mirip atau menyerupai dan code yang berarti instruksi program. Pseudocode terdiri dari tiga bagian, yaitu judul, kamus (deklarasi), dan algoritma. Ketiga bagian pada pseudocode tersebut dapat ditranslasikan ke bentuk bahasa C++ dengan cara sebagai berikut :

A. Judul

Berisi nama program dan spesifikasi program dengan struktur pada pseudocode sebagai berikut :
Program Nama_Program
Penjelasan terkait variable input, proses, dan/atau variable output yang digunakan pada algoritma. Diawali dan diakhiri dengan tanda kurung kurawal 
}

Hasil translasi ke bentuk Bahasa C++ :
// Program Nama_Program
/* 
Penjelasan terkait variable input, proses, dan/atau variable output yang digunakan pada algoritma. Diawali dan diakhiri dengan tanda kurung kurawal 
*/

Judul pada pseudocode ditranslasikan ke dalam Bahasa C++ sebagai sebagai komentar atau keterangan. Komentar merupakan bagian dari program yang tidak dieksekusi. Komentar bisa ditulis dengan dua cara, yaitu :
  • Single Line

Penulisan komentar didahului dengan menuliskan simbol //. Komentar hanya bisa dituliskan pada baris dimana simbol tersebut dituliskan.
  • Multi Line

Penulisan komentar didahului dengan menuliskan simbol /* dan diakhiri dengan menuliskan */. Komentar bisa dituliskan pada semua baris yang berada di antara kedua simbol tersebut.

B. Kamus

Berisi pendefinisian tipe data dan/atau pendeklarasian variabel, konstanta, dan fungsi/prosedur yang digunakan pada bagian algoritma dengan struktur pada pseudocode sebagai berikut :
Variable : Tipe_Data

Hasil translasi ke bentuk Bahasa C++:
Tipe_Data Variable ;

Contoh :
 Sebelum                   Setelah Mengubah       
 Logika : boolean bool Logika ;
 Angka : integer int Angka ;
 Pecahan : real real Pecahan ;
 Huruf : char char Huruf ;
 Kata : string string Kata ;

Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut :
  • Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. Bahasa C ++ bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara nim, NIM dan Nim dianggap berbeda.
  • Tidak boleh mengandung spasi.
  • Tidak boleh mengandung simbol-simbol khusus, kecuali garis bawah (underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, =, dsb.
  • Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai.
Tipe data dapat dikelompokkan menjadi atas dua macam, yaitu tipe data dasar dan tipe data bentukan.

1. Tipe Data Dasar

Dalam C++ terdapat beberapa jenis tipe data dasar yang digolongkan ke dalam tipe bilangan bulat (integer), bilangan riil (floating-point), tipe logika (boolean), tipe karakter/teks (character/string).
  • Tipe Bilangan Bulat
Yaitu untuk data-data angka yang tidak mengandung angka di belakang koma. Tipe data yang termasuk kategori ini adalah :
 Tipe Dasar Keterangan
 Char    Menyatakan sebuah karakter seperti A, f, 9
 IntMenyatakan Bilangan bulat
 Long                                 Menyatakan bilangan bulat namun jumlahnya nilainya lebih banyak dari pada biasanya, contohnya pada long int yaitu 2147483648 - 2147483647
 Short                                  Menyatakan Bilangan Bulat namun dengan nilai yang normal, contohnya pada short int yaitu antara -32768 - 32767
  • Tipe Bilangan Rill
Yaitu untuk data-data angka yang mengandung angka di belakang koma. Tipe data yang termasuk kategori ini adalah :
 Tipe Dasar  Keterangan
 Float Menyatakan bilangan real dengan ketelitian rendah (7 digit)
 Double Menyatakan bilangan real dengan ketelitian tinggi (15 digit)
  • Tipe data Boolean
Boolean adalah salah satu tipe data yang memiliki dua pilihan, yaitu True (1) atau False (0). Tipe data ini biasanya digunakan untuk memberikan kepastian dan memastikan kebenaran dari sebuah operasi atau kondisi program.

2. Tipe data Bentukan

Merupakan tipe yang dibentuk dari tipe dasar seperti Tipe Struktur, yaitu suatu tipe data yang merupakan kumpulan dari tipe data lainnya. Struktur terdiri dari data yang disebut field. Field-field tersebut digabungkan menjadi satu tujuan untuk kemudahan dalam operasi.

C. Algoritma

Berisi langkah-langkah penyelesaian dari program seperti pembacaan input, assigment (penugasan), dan menampilkan output dengan struktur pseudocode sebagai berikut :

1. Pembacaan Input

input (variable)

Hasil translasi ke bentuk Bahasa C++ :
cin >> variable ;

Contoh :
input (nama) menjadi cin >> nama ;

cin adalah perintah yang digunakan untuk menerima standard input (masukan) pada C++. Stream ini dihubungkan dengan operator overloaded operator extraction (>>) lalu diikuti dengan variabel penyimpan data. Contoh di atas maksudnya adalah user diminta memasukkan nama menggunakan keyboard yang akan ditampung oleh variabel nama. Setelah masukkan diberikan, tekan tombol ENTER.

2. Assignment (Penugasan)

variable ← Nilai atau ekspresi

Hasil translasi ke bentuk Bahasa C++ :
variable = Nilai atau ekspresi

Contoh :
a ← 10
Hasil ← a + b
Menjadi
a = 10 ;
Hasil = a + b ;

Penugasan digunakan untuk mengeset suatu variabel dengan suatu nilai. Penugasan dapat dilakukan secara langsung dengan nilai tertentu seperti ditunjukkan pada contoh pertama atau secara tidak langsung dengan menggunakan suatu ekspresi seperti pada contoh kedua.

3. Menampilkan Output

output (variable)

Hasil translasi ke bentuk Bahasa C++ :
cout << variable ;

Contoh :
output (“Hello”)
output (nama)
Menjadi
cout << “Hello” ;
cout << nama ;

cout adalah perintah yang digunakan untuk menampilkan hasil pada layar monitor. Stream ini dihubungkan dengan operator overloaded << (sepasang tanda “lessthan”). Contoh pertama akan memunculkan tulisan Hello di layar monitor, sedangkan contoh kedua akan memunculkan nilai yang tersimpan pada variabel nama di layar monitor.

Hasil mengubah pseudocode ke dalam bentuk Bahasa C++ dapat dijalankan dengan menambahkan preprocessor directive dan fungsi main() pada struktur Bahasa C++ seperti berikut.
//Tempat judul
#preprocessor directive
int main()
{
    //Tempat Kamus
    //Tempat Algoritma
    return 0;
}

Preprocessor directive adalah baris pada program yang didahului dengan tanda pagar (#). Preprocessor selalu dijalankan terlebih dahulu pada saat proses kompilasi terjadi. Salah satu preprocessor directive adalah include yang memiliki bentuk umum :
#include  <nama_library>

Baris tersebut akan menginstruksikan pada kompiler untuk memanggil library berupa header file ke dalam program. Header file adalah file dengan ekstensi .h yang di dalamnya terdapat instruksi C++, contoh :
iostream.h : di dalamnya memuat perintah I/O standar seperti cin dan cout

Fungsi main () adalah fungsi yang wajib ada pada struktur Bahasa C++ karena fungsi ini menjadi titik awal dan titik akhir eksekusi program. Tanda { pada awal fungsi menyatakan awal tubuh fungsi dan sekaligus awal eksekusi program, sedangkan tanda } di akhir fungsi merupakan akhir tubuh fungsi dan sekaligus adalah akhir eksekusi program. Perintah return 0 digunakan untuk menyatakan hasil keluaran pada fungsi main() adalah 0 dan sekaligus menyatakan bahwa program berakhir dengan normal.

Contoh untuk latihan :
Hasil mengubah pseudocode ke dalam struktur Bahasa C++ secara lengkap :
  • Pseudocode

  • Struktur bahasa C++

Baiklah mungkin itu saja penjelasan mengenai mengubah pseudocode ke struktur bahasa C++. Baca juga materi-materi yang lain dari website masrana com. Silahkan Bookmarks agar dapat dibuka dengan cepat. Selamat belajar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel