-->

Kegiatan Belajar 5 : Memahami Kelas Maya

Memahami Kelas Maya (Virtual Class)

Kelas Maya, atau Kelas Virtual (virtual class) adalah sebuah lingkungan belajar berbasis web yang :
  • Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi khususnya jejaring pembelajaran sosial (social learning network), untuk pemelajaran dan manajemen kelas.
  • Memuat konten-konten digital yang dapat diakses dan dipertukarkan di mana saja, dari mana saja, dan kapan saja.
Dalam kelas maya dapat diketahui kemajuan proses belajar, yang dapat dipantau baik oleh guru, Anda sebagai siswa, maupun orang tua. Selain digunakan untuk proses pendidikan jarak jauh, sistem tersebut juga dapat digunakan sebagai penunjang kelas tatap muka.

Aktivitas Sistem Kelas Maya

Kegiatan belajar yang dapat dilaksanakan dalam kelas maya secara umum dapat di gambarkan sebagai berikut.
  • Siswa mengikuti kelas maya untuk mata pelajaran tertentu dengan jadwal tertentu.
  • Interaksi antara siswa dan guru dilakukan di tempat terpisah dengan syarat waktu kelas tetap disepakati bersama oleh siswa dan guru.
  • Di bawah bimbingan guru, siswa mengikuti proses pemelajaran melalui Kelas Maya berbasis Web (web virtual class).

Penerapan Sistem Kelas Maya

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan Kelas Maya :
  • Ketersediaan hardware dan software pendukung yang dibutuhkan.
  • Tersedianya infrastruktur jaringan pendukung yang memadai.
  • Kebijakan yang mendukung pelaksanaan Kelas Maya.

Hasil Pelaksanaan Kelas Maya

Agar mendapatkan hasil yang maksimal, pelaksanaan kelas maya perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut.
  • Kelas Maya harus dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Selain itu perlu diciptakan suasana belajar di kelas yang lebih interaktif dan dinamis. Hal tersebut antara lain dapat diwujudkan dengan :
    • Merumuskan tujuan pembelajaran yang jelas dan spesifik.
    • Menyusun bahan belajar yang baik.
    • Memfasilitasi terjadinya komunikasi timbal balik antara siswa dan guru.
  • Kelas Maya harus dapat menyediakan berbagai fasilitas kelas yang terintegrasi (rencana pembelajaran, bahan ajar, tugas-tugas, dan penilaian hasil belajar) serta dapat mengukur pencapaian kompetensi siswa.
  • Kelas Maya juga perlu dirancang supaya siswa dapat berbagi (share) hasil karya dan bertukar pengalaman dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehnya. Misalnya konferensi jarak jauh menggunakan desktop (desktop video conference) dapat digunakan untuk ceramah atau penyajian. Dapat juga dilakukan simulasi secara daring (online) mengenai penerapan pengetahuan tentang prosedur melakukan sesuatu yang baru dipelajari. Simulasi seperti ini harus dirancang untuk dapat memperoleh umpan balik, sehingga dapat diketahui apakah penerapan pengetahuan yang disimulasikan tersebut benar atau salah.
  • Kelas Maya harus dapat meningkatkan motivasi sekolah para siswa.

Jenis-Jenis Pengelolaan Kelas Maya

Pengelolaan Kelas Maya dapat dilakukan menggunakan berbagai aplikasi antara lain sebagai berikut.

1. Learning Management System (LMS)

LMS adalah salah sebuah aplikasi perangkat lunak untuk perencanaan, pengiriman, dan pengelolaan kegiatan dalam sebuah organisasi pembelajaran, termasuk pembelajaran daring (online), ruang kelas virtual, dan program instruktur yang terpimpin. Contoh dari LMS antara lain Moodle, Dokeos, aTutor.

2. Learning Content Management System (LCMS)

LCMS merupakan pengembangan lebih lanjut dari LMS. LCMS adalah sebuah aplikasi perangkat lunak untuk mengelola konten pembelajaran dalam berbagai bidang pelatihan dan pengembangan. LCMS tidak hanya dapat membuat, mengelola, dan memberikan modul-modul pelatihan saja, tetapi juga mengelola dan menyunting (edit) semua bagian yang membentuk sebuah katalog pelatihan. Aplikasi LCMS memungkinkan pengguna untuk membuat, mengimpor, mengelola, mencari, dan menggunakan kembali unit kecil dari konten pembelajaran digital dan aset, yang sering pula disebut sebagai objek pembelajaran. Aset ini dapat mencakup file media yang dikembangkan dalam penilaian item, simulasi, teks, gambar atau benda lain yang membentuk konten dalam kursus tersebut diciptakan.Contoh dari LCMS antara lain Claroline, edoceo solutions.

3. Social Learning Networks (SLNs)

SLNs adalah jejaring sosial untuk pembelajaran yang terjadi pada skala yang lebih luas daripada kelompok belajar. Mengingat skala sosialnya yang lebih besar, media ini bagi sebagian peserta dapat menyebabkan pengubahan sikap dan perilaku, sedangkan bagi sebagian lain tidak menimbulkan dampak apa-apa.

Penggunaan jejaring sosial untuk pembelajaran, di Indonesia merupakan hal yang baru. Jika di negara lain sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir, di Indonesia baru akan mulai menerapkan dan menyosialisasikan. Hal yang suka atau tidak suka harus dihadapi bersama adalah kenyataan bahwa penggunaan komputer atau laptop masih jauh dari merata di tanah air.

Oleh karena belum dimiliki hasil penelitian di Indonesia, untuk sementara dapat digunakan hasil penelitian orang lain dalam konteks lain agar dapat melangkah menyongsong masa depan yang berubah dengan sangat cepat. Atau, dapat pula digunakan hasil pengamatan kita secara informal dan empiris terhadap hal-hal yang sedang terjadi di lingkungan kita.

Misalnya, apakah prestasi para siswa meningkat ketika mereka asik menggunakan waktu di jejaring sosial? Pengamatan sepintas mengatakan prestasi mereka bahkan menurun, karena pada umumnya mereka menggunakan kebebasan “tak terhingga” dan menghabiskan waktu hanya untuk chatting, saling mengomunikasikan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Apapun yang terjadi, jika tidak memulainya sekarang, ketertinggalan akan makin jauh dan makin jauh.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel