-->

Definisi dan Fungsi Konstruksi Dasar Runtutan (Sequence)

Definisi dan Fungsi Konstruksi Dasar Runtutan (Sequence)

Masrana.com - Salah satu konstruksi dasar yang digunakan untuk membangun sebuah algoritma adalah Runtutan (Sequence). Sebuah runtutan terdiri dari satu atau lebih assignment (penugasan) yang dikerjakan secara berurutan. Jika digambarkan dalam bentuk flowchart, konstruksi dasar runtutan dapat digambarkan sebagai berikut.
Assignment digunakan untuk mengeset suatu variabel dengan suatu nilai. Assignment dapat dilakukan secara langsung dengan nilai tertentu atau secara tidak langsung dengan menggunakan suatu ekspresi. Pada Modul 1 sudah dijelaskan bahwa assignment (penugasan) memiliki struktur pseudocode sebagai berikut.
variable ← Nilai atau ekspresi

Hasil translasi ke bentuk Bahasa C++:
variable = Nilai atau ekspresi

Contoh :
a ← 10
Hasil ← a + b
Menjadi
a = 10 ;
Hasil = a + b ;

Nilai adalah besaran dari tipe data yang terdefinisi (tipe dasar atau tipe bentukan). Nilai dapat berupa data yang disimpan di dalam variable atau konstanta seperti pada contoh pertama.

Ekspresi merupakan transformasi nilai menjadi keluaran yang dilakukan melalui perhitungan (komputasi) seperti pada contoh kedua. Ekspresi terdiri dari operand dan operator. Operand adalah objek yang dioperasikan dan operator adalah simbol yang digunakan untuk memanipulasi operand, seperti +, -, *, div, mod. Beberapa operator yang dapat digunakan untuk membentuk suatu ekspresi adalah sebagai berikut.

A. Operator Aritmatika

Operator

Deskripsi

Contoh

+

Penjumlahan (Add)

n + m

-

Pengurangan (Subtract)

n - m

*

Perkalian (Multiply)

n * m

/

Pembagian (Divide)

n / m

%

Sisa Pembagian Integer (Modulus)

n % m

~

Negasi (Negate)

 ~m

Untuk melihat tabel dengan lengkap silahkan ubah browser dalam mode desktop/landscape

Operator +, -, *, /, dan % membutuhkan dua operand. Pada contoh, m dan n berlaku sebagai operand. Berbeda halnya dengan operator negasi (~), operator tersebut hanya membutuhkan satu buah operand, dikenal juga dengan unary operator. Cara lain penulisan dengan menggunakan operator aritmatika :

 m = m + n -> m += n
 m = m - n -> m -= n
 m = m * n -> m *= n
 m = m / n -> m /= n
 m = m % n -> m %= n

Contoh untuk latihan :

B. Operator Naik dan Turun (Increment dan Decreament)

Operator

Diskripsi

++

Increament (Naik)

--

Decreament (Turun)


Operator naik dan turun juga termasuk unary operator, yaitu operator dengan satu buah operand. Operator tersebut dapat diletakkan sebelum operand ataupun setelah operand. Contoh :
++m (pre-increament)
m++ (post-increament)
dan
--m (pre-decreament)
m-- (post-decreament)

Operator pre-increment dan post-increment memiliki akibat yang sama, yaitu menambah nilai satu pada m dan memasukkan nilai tersebut kembali ke m (m=m+1). Hal yang sama juga terjadi pada operator pre-decrement dan post-decrement yang memberikan akibat yang sama, yaitu mengurangi nilai satu dari n (n=n-1). Tetapi bila digunakan sebagai sub-ekspresi, operator post-increment dan pre-increment ataupun pre-drecreament dan post-decreament menunjukkan hasil yang berbeda.

Contoh untuk latihan :

Output :

Penjelasan :

  • Dalam assignment yang pertama, m adalah pre-increment, menaikkan nilainya menjadi 67, yang selanjutnya dimasukkan ke n.  
  • Dalam assignment kedua, m adalah post-increment, sehingga 67 dimasukkan dahulu ke n baru kemudian nilai m-nya dinaikkan, itu sebabnya mengapa nilai m = 68 dan n = 67.
  • Dalam assignment ketiga, m adalah post-increment, sehingga nilai m (= 68) ditampilkan dahulu (ke layar) baru kemudian nilai m dinaikkan menjadi 69.
  • Dalam assignment keempat, m adalah pre-increment, sehingga nilai m dinaikkan dahulu menjadi 70 baru kemudian ditampilkan ke layar.

C. Operator Bitwise

Seluruh operator bitwise hanya bisa dikenakan pada operand bertipe data int atau char, yang terdapat pada tabel tersebut.

Operator

Diskripsi

Contoh

<< 

Geser n bit ke kiri ( left shift )

m << n

>> 

Geser n bit ke kanan ( right shift )

m >> n

&

Bitwise AND

m & n

|

Bitwise OR

m | n

^

Bitwise XOR

m ^ n

~

Bitwise NOT

~m

Untuk melihat tabel dengan lengkap silahkan ubah browser dalam mode desktop/landscape

Berikut ini diberikan tabel kebenaran untuk operator logika :
P = A operator B
  • AND

A

B

P

0

0

0

0

1

1

1

0

1

1

1

1







  • OR

A

B

P

0

0

0

0

1

1

1

0

1

1

1

1






  • X-OR

A

B

P

0

0

0

0

1

0

1

0

1

1

1

0






Contoh untuk latihan :

D. Operator Logika

Operator logika digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ungkapan menjadi sebuah ungkapan berkondisi benar atau salah (true atau false).

Operator

Deskripsi

Contoh

= =

Sama dengan

m == n

!=

Tidak sama dengan

m != n

> 

Lebih besar

m > n

< 

Lebih kecil

m < n

>=

Lebih besar atau sama dengan

m >= n

<=

Lebih kecil atau sama dengan

m <= n

&&

logic AND

(m<100) && (m>80)

||

logic OR

(m>100) || m<0)

!

logic NOT

!(m == n)

Contoh untuk latihan :


Baiklah mungkin sekian penjelasan mengenai definisi dan fungsi dasar runtutan (sequence). Jika ada yang ingin di tanyakan silahkan tulis di kolom komentar dan silahkan bookmarks artikel ini untuk dapat dibuka kembali dengan cepat saat ingin membaca kembali. Selamat belajar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close