-->

Tugas 2 Switching (IT Telkom Purwokerto)


1. Sebutkan perbedaan mendasar diantara switch elektromagnetik dan elektromekanik serta kendala apa yang sering ditemui dari masing-masing switch tersebut?

Jawab :
Elektromagnetic Switch merupakan perkembangan dari switching manual. Elektromagnetic Switch Crosspoint operator tidak lagi menggunakan jack untuk menghubungkan dan memutuskan Inlet dan Outlet, tetapi telah menggunakan jack untuk Switch-Switch secara elektromagnetik. Sedangkan Switch Elektromekanik menggunakan aksi mekanis untuk mengubah arah atau orientasi kontinuitas lintasan dalam basis terminalnya.

Permasalahan :
a) Kerusakan pada port switch biasanya disebabkan oleh seringnya terjadi hubungan pendek pada kabel data atau konektor kabel yang tidak bagus.
b) Tingginya lalu lintas data yang lewat di switch secara konstan dalam kurun waktu yang lama juga dapat menyebabkan hangnya switch.
c) Gagal berfungsi fitur vlan menyebabkan semua sistem menjadi kacau, segment LAN yang berbeda yang awalnya bisa saling berkomunikasi menjadi tidak bisa berkomunikasi.

2. Bagaimana bentuk konfigurasi switch elektromekanik jika N=4 dan berapa kapasitas switch tersebut?

Jawab :
Kapasitas sentral 10000 = 10^4

Jumlah selektor (N) = 4

3. Apa kelebihan dan kekurangan dari digital frame relay switch dan digital frame relay optic switch?

Jawab :
Digital Frame Relay Optic Switch
Kelebihan :
a) Tingkat kehandalannya tinggi dengan dukungan sistem transmisi Fiber Optic dan network yang handal.
b) Dapat mengelola trafik data yang bersifat bursty.
c) Memiliki tingkat keamanan yang tinggi karena merupakan jaringan private.

Kekurangan :
a) Koneksi akan lambat bila terjadi kongesti jaringan.
b) Kesulitan untuk memastikan Quality of Service, karena Frame Relay menggunakan variabel length packets.
c) Tidak ada flow control dan error control.

Digital Frame Relay Switch
Kelebihan :
a) Fungsionalitas protocol yang diperlukan di user-inter network dikurangi.
b) Transmisi serta fasilitas switching lebih reliable.
c) Multi connection dari satu port ke tujuan yang berbeda dapat dilakukan dengan hanya menempatkan satu port. Hal ini akan menghemat dimensi fisik, kabel, serta kompleksitas.

Kekurangan :
a) Tidak adanya kemampuan link-by-link flow.
b) Delay yang sangat besar.
c) Resiko kehilangan frame (Loss of Frames).
d) Adanya short interruption yang terjadi terus-menerus.

Baca Juga : Tugas 3 Switching Exchange Control (IT Telkom Purwokerto)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close